Jawa Pos

Sukses berkat Karakter Tak Biasa

Sutradara Benni Setiawan Penggarap Layangan Putus

JAKARTA ‒ Serial Layangan Putus berhasil mencuri perhatian publik sejak akhir tahun lalu. Adegan Kinan (Putri Marino) meluapkan isi hatinya pasca mendapati bukti bahwa Aris (Reza Rahadian) membawa Lydia Danira (Anya Geraldine) berlibur ke tempat impiannya, Cappadocia, pun menjadi fenomenal.

Penjiwaan Putri sebagai sosok yang tersakiti begitu apik. Dialog It’s my dream itu kini viral. Sang sutradara Benni Setiawan mengaku tak pernah membayangkannya. ’’Maksudnya itu benar-benar di luar dugaan kami semua (tim produksi, Red),’’ kata Benni saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (17/1) malam.

Dialog tersebut tidak dirancang khusus untuk viral. Tapi, animo masyarakatlah yang menyebabkan hal itu terjadi. ’’Kita tidak mendesain dialog itu supaya trending. Mungkin memang karena masyarakatnya yang organik. Tentunya itu membuat kita bangga sebagai kru,’’ papar Benni.

Karakter yang diciptakan serta kemampuan akting para pemain memberikan andil besar dalam kesuksesan

Layangan Putus. ’’Putri dan Reza itu magnetnya,’’ cetus Benni.

Sejak awal ditulis, tokoh-tokoh yang dihadirkan memang dibuat berbeda dengan cerita perselingkuhan sebelumnya. Itulah yang membuat

Layangan Putus berbeda dengan cerita drama series, sinetron, ataupun film bertema perselingkuhan. Misalnya, Kinan sebagai perempuan yang mandiri, kuat, dan berdaya walaupun dia menjadi korban perselingkuhan suaminya. ’’Bukan yang ngelabrak terus nangis. Kinan tersakiti, tapi elegan. Mungkin itu bikin Kinan menjadi idola dan menginspirasi wanita,’’ tutur Benni.

Kemudian Aris, karakter antagonis yang terlahir dengan sifat manipulatif. ’’Bukan tokoh yang jahatnya kasar atau marah-marah sama istri,’’ terang sutradara film 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta tersebut.

Begitu juga A nya, tokoh pere bu t laki orang (pel akor) yang terlihat berkelas. Tidak seperti karakter pelakor pada umumnya yang genit, menggoda, dan murahan .’ S a y anggak mau terjebak dengan karakter pel akor yang seperti itu .( L y dia, R e d) dibuat elegan seperti itu. Anya memang porsinya segitu dan sekarang cukup dibenci kan,’ papar dia.

Alur cerita yang ditulis Oka Aurora pun realistis. Misalnya, Kinan yang menolak berhubungan intim dengan Aris setelah mengetahui kebusukan suaminya itu. Menurut Benny, di situ Kinan mengalami dilematis seperti seorang istri pada umumnya.

Menaati permintaan sang suami sebagai bentuk kewajibannya. Di sisi lain, dia belum bisa menerima kondisinya. Lalu, Kinan yang batal melaporkan Aris ke polisi demi mementingkan keutuhan rumah tangga dan perasaan Raya yang masih membutuhkan sosok ayah.

Juga menampilkan sisi lain perselingkuhan. Pada umumnya perselingkuhan terjadi karena mengharapkan harta. Tapi, di Layangan Putus lebih pada mengutamakan perasaan jatuh cinta yang dialami si pelaku dan si pelakor. Sampai akhirnya mereka nekat menjalin hubungan terlarang.

’’Karena ceritanya memang kita buat real dengan beberapa pertimbangan. Alasan selingkuh banyak, bukan cuma materi. Kalau udah cinta ya tabrak aja, istilahnya begitu,’’ papar alumnus Institut Kesenian Jakarta itu.

SHOW & SELEBRITI

id-id

2022-01-19T08:00:00.0000000Z

2022-01-19T08:00:00.0000000Z

https://jawapos.pressreader.com/article/281702618085393

Jawa Pos